Jangan.. Jangan pasang tema mereka di ujaran bunyi mulutmu..
Yang bernada penuh ejek, jangan..
Jangan.. Jika dia bahanmu yang tak bersalah sama sekali..
Kau akan tampak seperti gerah menyerangmu..
Sebab ruangmu sempit dan dangkal..
Seperti raga-raga yang senang mengendap di dalam kandang..
Sebab kau menusuk dengan beberapa kalimatmu..
Tanpa keterujian.. Dan seperti lupa akan diri..
Taring yang tumpul namun tetap saja di pakai..
Aku adalah cermin yang tak tau apa itu kesalahan..
Aku tak tau itu salah atau antonim dari salah..
Hanya saja kau yang merasakan..
Di bagian dalammu terdapat bentuk dan ruang adalah hati..
Akulah puisi, Ayahku pena, Ibuku kertas, dan semestaku adalah imajinasi. Rasakan bertamasya di Rimba bahasa nan licin ini, semoga tidak terpeleset. https://twitter.com/akulahpuisi
Minggu, 08 Januari 2012
Jumat, 06 Januari 2012
Lelaki Pendiam
Tampak olehku lelaki dekil
Aku rasa jalanan telah mencalit dia dgn debu-debu
Daki-daki yang melekat di kulit tubuhnya
Dia pendiam dan tak hiraukan raga-raga lain
Panah matanya mengarah bolak-balik sekitar
Entah apa yang ada di dalam kepalanya
Aku pun segera meraba kalimat-kalimat yang ada di keningnya
Tapi samar ku rasa dan hanya bisa menebak saja
Pernah ku singgahi dia dan ku ajak berdialog
Tertuju padanya semua pertanyaanku
Dia menjawab sembari aku mendengarkan
Ada sedikit rasa terkejut di dalam hati, di dalam hatiku.
Atas Nama Perbedaan
Enggan bersaksi kesedihan di atas kekuatan
Seakan terpanah ilusi yang menekan
Saat darah, tangisan, dan kematian
Namun tak lelah selalu bermimpi untuk kita berjalan
Teriak bersama dalam satu lingkaran
Tanpa darah, tangisan, dan kematian
Renungkan dan kita kan bersatu menyadari semua
Atas Nama Perbedaan yang telah nyata
*
Mentari kan menjadi saksi dan tersenyum kembali
Lupakan tinggi, rendah, kuat, dan lemah
Dan bulan berpelukkan bintang menghiasi sang malam
Jadikan satu langkah kita ke depan, penuh senyuman
Merangkul lah kita tuk menggapai senyuman yang selama ini kita dambakan
Takkan ada kebencian yang menghancurkan senyuman ini
Dan kita tuk selamanya
Dan atas nama perbedaan
Kita kan bersama selamanya
(catatan: puisi ini adalah lirik lagu saya)
Seakan terpanah ilusi yang menekan
Saat darah, tangisan, dan kematian
Namun tak lelah selalu bermimpi untuk kita berjalan
Teriak bersama dalam satu lingkaran
Tanpa darah, tangisan, dan kematian
Renungkan dan kita kan bersatu menyadari semua
Atas Nama Perbedaan yang telah nyata
*
Mentari kan menjadi saksi dan tersenyum kembali
Lupakan tinggi, rendah, kuat, dan lemah
Dan bulan berpelukkan bintang menghiasi sang malam
Jadikan satu langkah kita ke depan, penuh senyuman
Merangkul lah kita tuk menggapai senyuman yang selama ini kita dambakan
Takkan ada kebencian yang menghancurkan senyuman ini
Dan kita tuk selamanya
Dan atas nama perbedaan
Kita kan bersama selamanya
(catatan: puisi ini adalah lirik lagu saya)
Sosok Abadi
Waktu yang terus berganti
Denyut nadiku mengiringi
Tak perlu untuk ku bersembunyi
Dan telah ku tuangkan
Apa yang telah kurasakan
Dengan sejuta kelemahan
Inginku untukmu selalu bahagia
Maafkan diri ini tak mampu untuk sempurna
*
Saat sang mentari datang dan menghilang
Gelapnya malam pun menyinggahi
Sosok Abadimu tak kan hilang, terjaga di hati
Lembut halus kasihmu
Mengalir di dalam darahku
Seiring makna menumbuhkanku
Dan semua kau berikan
Untuk bahagia ku dapatkan
Tulus kasihmu tak terlupakan
Inginku untukmu selalu bahagia
Maafkan diri ini tak mampu untuk sempurna
*
(catatan: puisi ini adalah lirik lagu saya)
Denyut nadiku mengiringi
Tak perlu untuk ku bersembunyi
Dan telah ku tuangkan
Apa yang telah kurasakan
Dengan sejuta kelemahan
Inginku untukmu selalu bahagia
Maafkan diri ini tak mampu untuk sempurna
*
Saat sang mentari datang dan menghilang
Gelapnya malam pun menyinggahi
Sosok Abadimu tak kan hilang, terjaga di hati
Lembut halus kasihmu
Mengalir di dalam darahku
Seiring makna menumbuhkanku
Dan semua kau berikan
Untuk bahagia ku dapatkan
Tulus kasihmu tak terlupakan
Inginku untukmu selalu bahagia
Maafkan diri ini tak mampu untuk sempurna
*
(catatan: puisi ini adalah lirik lagu saya)
Langganan:
Postingan (Atom)