Aku rasa jalanan telah mencalit dia dgn debu-debu
Daki-daki yang melekat di kulit tubuhnya
Dia pendiam dan tak hiraukan raga-raga lain
Panah matanya mengarah bolak-balik sekitar
Entah apa yang ada di dalam kepalanya
Aku pun segera meraba kalimat-kalimat yang ada di keningnya
Tapi samar ku rasa dan hanya bisa menebak saja
Pernah ku singgahi dia dan ku ajak berdialog
Tertuju padanya semua pertanyaanku
Dia menjawab sembari aku mendengarkan
Ada sedikit rasa terkejut di dalam hati, di dalam hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar